SURABAYA, Sabtu (1/8/2026) –LAWKRITIS ID Kiprah Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Muhammad Nabil, kembali menuai apresiasi luas dari berbagai elemen masyarakat. Kepemimpinan yang dinilai visioner, konsisten, dan berorientasi pada pembangunan olahraga prestasi menjadikan sosoknya semakin mendapat pengakuan setelah menerima Radar Surabaya Award 2026. Kali ini, apresiasi datang dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Provinsi Jawa Timur yang menilai Muhammad Nabil berhasil membawa KONI Jawa Timur menjadi organisasi olahraga yang semakin profesional, modern, dan mampu mempertahankan dominasi prestasi Jawa Timur di tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan kontribusinya terhadap kemajuan olahraga, MAKI Jatim menyebut Muhammad Nabil sebagai “Bapak Olahraga Jawa Timur”. Penyebutan tersebut merupakan bentuk apresiasi dan penilaian internal MAKI Jatim atas kepemimpinan, integritas, serta komitmen Muhammad Nabil dalam membangun olahraga prestasi di Jawa Timur, dan bukan merupakan gelar resmi yang diberikan oleh pemerintah ataupun lembaga negara.
Penghormatan tersebut diberikan setelah Muhammad Nabil menerima Radar Surabaya Award 2026 dalam malam penganugerahan yang berlangsung di Hotel Vasa Surabaya, Kamis (30/7/2026). Penghargaan bergengsi itu diberikan kepada tokoh yang dinilai berhasil membangun tata kelola organisasi olahraga yang profesional, memperkuat sistem pembinaan atlet secara berkelanjutan, serta meningkatkan daya saing olahraga Jawa Timur hingga mampu mencetak prestasi membanggakan di tingkat nasional maupun internasional.
Di bawah kepemimpinan Muhammad Nabil, KONI Jawa Timur terus melakukan berbagai inovasi strategis melalui pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih, penguatan tata kelola organisasi, pemanfaatan sport science, pengembangan sarana dan prasarana latihan, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pengurus cabang olahraga, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat. Berbagai langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem pembinaan olahraga yang modern, profesional, transparan, adaptif, dan berkelanjutan.
Hasil dari pembinaan tersebut tercermin melalui konsistensi atlet-atlet Jawa Timur yang terus meraih prestasi pada berbagai kejuaraan nasional, Pekan Olahraga Nasional (PON), hingga kompetisi internasional. Keberhasilan tersebut semakin mengukuhkan Jawa Timur sebagai salah satu lumbung atlet terbaik sekaligus barometer pembinaan olahraga prestasi di Indonesia.
Ketua MAKI Koordinator Wilayah Provinsi Jawa Timur, Heru Satriyo, S.I.P., menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas penghargaan yang diterima Muhammad Nabil. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kepemimpinan yang mampu membangun budaya kerja profesional dan sistem pembinaan atlet yang berkesinambungan.
«”Kami dari MAKI Jawa Timur mengucapkan selamat kepada Bapak Muhammad Nabil atas penghargaan Radar Surabaya Award 2026. Menurut penilaian kami, beliau telah menjelma sebagai Bapak Olahraga Jawa Timur karena dedikasi, integritas, kepemimpinan, dan komitmennya dalam membangun olahraga prestasi. Di bawah kepemimpinan beliau, atlet-atlet Jawa Timur terus mengukir prestasi yang mengharumkan nama Provinsi Jawa Timur bahkan Indonesia di berbagai ajang nasional maupun internasional,” ujar Heru Satriyo.»
Heru menegaskan bahwa keberhasilan membangun dunia olahraga tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga dari kemampuan menciptakan sistem pembinaan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berkesinambungan sehingga mampu melahirkan regenerasi atlet-atlet unggulan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Menurut MAKI Jatim, berbagai capaian yang diraih KONI Jawa Timur selama beberapa tahun terakhir telah memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan citra Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan sistem pembinaan olahraga terbaik di Indonesia. Prestasi yang diraih para atlet dinilai menjadi bukti nyata bahwa pembinaan dilakukan secara terstruktur, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga.
Selain mengejar prestasi kompetitif, KONI Jawa Timur juga dinilai berhasil membangun budaya olahraga yang sehat melalui penguatan kelembagaan organisasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia olahraga, pemanfaatan teknologi dan ilmu pengetahuan olahraga, serta memperluas kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi pembangunan olahraga jangka panjang.
Radar Surabaya Award 2026 sendiri menjadi momentum pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan di berbagai sektor. Penghargaan yang diterima Muhammad Nabil dipandang sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilannya membangun organisasi olahraga yang profesional, inovatif, adaptif, dan berorientasi pada prestasi, sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai daerah yang konsisten melahirkan atlet-atlet berkelas nasional maupun dunia.
MAKI Jatim berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh insan olahraga untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet, memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan, serta mempertahankan tradisi prestasi yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Timur.
Dengan fondasi organisasi yang semakin kokoh, sistem pembinaan yang berkesinambungan, serta dukungan penuh dari pemerintah, insan olahraga, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat, MAKI Jatim optimistis Jawa Timur akan terus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia di berbagai ajang olahraga regional, nasional, hingga internasional, sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu episentrum pembinaan olahraga prestasi terbaik di Tanah Air (Red).






