Home / Uncategorized / Dari Dapur MAKI Jatim Lahir Ikon Budaya: Tumpeng Jagad Nusantara Setinggi Satu Meter Siap Memukau Kirab Budaya Gresik

Dari Dapur MAKI Jatim Lahir Ikon Budaya: Tumpeng Jagad Nusantara Setinggi Satu Meter Siap Memukau Kirab Budaya Gresik

Gresik –Lawkritis Id Semangat menjaga tradisi dan memperkuat kebersamaan masyarakat kembali diwujudkan dalam sebuah karya kuliner spektakuler. Sebuah tumpeng nasi kuning raksasa setinggi satu meter yang diberi nama Tumpeng Jagad Nusantara dipastikan hadir menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan Kirab Tumpeng Budaya di wilayah RW 09 Perumahan Bumi Menganti Permai, Kabupaten Gresik.

Bukan sekadar sajian kuliner biasa, Tumpeng Jagad Nusantara menjadi simbol kreativitas, gotong royong, kebersamaan, serta kecintaan terhadap tradisi dan kekayaan budaya Nusantara. Karya istimewa tersebut merupakan gagasan dari Dwi Yulis, Bendahara Umum MAKI Jatim, yang melalui kreativitas Grup Kuliner MAKI Jatim berhasil menghadirkan sebuah tumpeng berukuran monumental lengkap dengan beragam sajian khas Nusantara.

Dengan tinggi mencapai satu meter, Tumpeng Jagad Nusantara berdiri megah di atas alas berukuran panjang satu meter dan lebar satu meter. Tampilan tumpeng semakin menarik dengan berbagai sajian pelengkap, mulai dari ayam bakar, dadar telur, kering tempe, serundeng, dadar jagung, ayam goreng serundeng hingga berbagai hidangan pendukung lainnya.

Seluruh sajian tersebut ditata dengan penuh ketelitian dan nilai estetika di atas nampan berbahan PVC Board yang juga berukuran satu meter persegi. Sentuhan dekorasi serta ornamen khas dari Kalinda turut memperkuat kesan megah dan elegan, sehingga Tumpeng Jagad Nusantara tidak hanya menjadi sajian kuliner, tetapi juga tampil sebagai karya seni yang layak menjadi pusat perhatian dalam Kirab Tumpeng Budaya.

Kehadiran tumpeng raksasa tersebut mendapat sambutan dan apresiasi dari masyarakat RW 09 Perumahan Bumi Menganti Permai. Ketua RW 09, Riawan, yang akrab disapa Mas Rey, menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada MAKI Jatim atas perhatian dan dukungan yang diberikan dalam menyemarakkan agenda budaya tahunan warga.

Menurut Mas Rey, kehadiran Tumpeng Jagad Nusantara memberikan warna tersendiri dalam Kirab Tumpeng Budaya. Bahkan, karya kuliner tersebut diyakini mampu menjadi ikon khusus yang akan menambah kemeriahan sekaligus memperkuat identitas kegiatan budaya di lingkungan RW 09 Perumahan Bumi Menganti Permai.

“Ucap syukur dan matur nuwun, khususnya kepada Ketua MAKI Jatim, Pak Heru, serta MAKI Jatim secara kelembagaan. Terlebih kepada Ibu Yulis selaku Bendahara Umum MAKI Jatim yang telah memberikan atensi dan apresiasi berupa Tumpeng Jagad Nusantara pada acara Kirab Tumpeng Budaya di wilayah kami,” ungkap Mas Rey.

Ia menilai dukungan tersebut merupakan bentuk nyata sinergi antara organisasi dan masyarakat. Sebab, kegiatan budaya bukan hanya membutuhkan partisipasi warga, tetapi juga dukungan berbagai pihak agar tradisi lokal terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Sementara itu, Dwi Yulis menjelaskan bahwa gagasan menghadirkan Tumpeng Jagad Nusantara berangkat dari keinginan untuk memberikan sesuatu yang besar, berbeda dan terbaik bagi kegiatan budaya masyarakat. Ide tersebut kemudian diwujudkan melalui proses persiapan yang melibatkan kerja sama seluruh tim kuliner.

Dengan semangat kebersamaan, proses pembuatan Tumpeng Jagad Nusantara melibatkan sejumlah personel, di antaranya Bu Al, Retta, Novi, Arif, Andhika, Gundul, Bakron dan Andi Jarwo. Kebersamaan tim menjadi salah satu kekuatan utama dalam menyelesaikan karya kuliner berukuran besar tersebut.

Suasana penuh semangat dan kegembiraan pun menyertai proses pembuatannya. Mulai dari menyiapkan nasi kuning, memasak aneka lauk-pauk, menata sajian hingga menyempurnakan dekorasi, seluruh proses dilakukan dengan penuh ketelitian agar Tumpeng Jagad Nusantara benar-benar tampil maksimal saat mengikuti Kirab Tumpeng Budaya.

Dwi Yulis, yang juga dikenal sebagai pemilik Kalinda Catering Service, mengaku bersyukur dan bangga atas keberhasilan mewujudkan karya tersebut. Baginya, Tumpeng Jagad Nusantara bukan hanya sebuah tantangan dalam dunia kuliner, melainkan juga wujud kecintaan terhadap tradisi tumpengan yang memiliki makna mendalam dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Tradisi tumpeng selama ini dikenal sebagai bagian penting dari berbagai kegiatan adat, syukuran dan perayaan. Melalui Tumpeng Jagad Nusantara, nilai tersebut dikemas dalam bentuk yang lebih besar, kreatif dan menarik tanpa meninggalkan makna kebersamaan, rasa syukur serta penghormatan terhadap warisan budaya.

Kehadiran karya ini juga memperlihatkan bahwa kreativitas kuliner dapat menjadi bagian penting dalam pelestarian budaya. Di tengah perkembangan zaman, inovasi tidak harus menghilangkan tradisi, melainkan dapat menjadi jalan untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya kepada masyarakat dengan tampilan yang lebih segar dan memikat.

Kirab Tumpeng Budaya di RW 09 Perumahan Bumi Menganti Permai sendiri menjadi agenda tahunan yang mempertemukan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan. Kehadiran Tumpeng Jagad Nusantara diharapkan mampu menjadi magnet perhatian sekaligus memberikan semangat baru bagi warga untuk terus menjaga tradisi dan memperkuat rasa persatuan.

Lebih dari sekadar tumpeng raksasa, karya ini menjadi bukti bahwa dari dapur dan semangat gotong royong dapat lahir sebuah karya besar yang menyatukan kuliner, budaya, kreativitas dan kebersamaan dalam satu sajian.

Di sisi lain, melalui Kalinda Catering Service, Dwi Yulis juga membuka layanan pemesanan tumpeng raksasa untuk berbagai kegiatan dan acara. Selain itu, tersedia pula berbagai paket katering untuk pernikahan, rapat, nasi kotak serta beragam pilihan kue.

Dengan hadirnya Tumpeng Jagad Nusantara dalam Kirab Tumpeng Budaya, masyarakat RW 09 Perumahan Bumi Menganti Permai Gresik tidak hanya akan menyaksikan sebuah sajian berukuran raksasa, tetapi juga sebuah pesan kuat bahwa budaya akan tetap hidup ketika dirawat dengan kreativitas, kebersamaan dan ketulusan.

Tumpeng Jagad Nusantara pun siap berdiri megah sebagai simbol bahwa tradisi tidak pernah kehilangan tempatnya. Justru dari tangan-tangan kreatif dan semangat gotong royong, warisan budaya dapat tampil semakin besar, semakin indah dan semakin membanggakan (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
WhatsApp